Bismillahirohmannirohiim
Pada
kesempatan kali ini penulis ingin mengupas tuntas kebudayaan yang dimiliki sumatera barat. Penulis
menjadikan Sumatera Barat sebagai
bahan perbincangan karena penulis sendiri masih memiliki darah keturunan
orang awak, hehe. Okee disini penulis membagi beberapa rubrik tentang kebudayaan yang dimiliki oleh Sumatera barat.
SEJARAH
SUMATERA BARAT
Izinkan
penulis membahas sedikit tentang beberapa sejarah yang pernah terukir di
negeri para ulama. Dikarenakan dengan
adanya sejarah maka terwarislah segudang
kebudayaan yang menjadikan sebuah daerah terkenang. Mari
perhatikan asal muasal negeri awak Sejarah
bermula pada masa kerajaan Adityawarman, yang merupakan tokoh penting di
Minangkabau. Seorang Raja yang tidak ingin disebut sebagai Raja, pernah
memerintah di Pagaruyung, daerah pusat kerajaan Minangkabau. Adityawarman
adalah seoranga Raja yang berjasa memberi sumbangsih bagi alam Minangkabau,
selain itu beliau juga orang pertama yang memperkenalkan system kerajaan di
Sumatera Barat. Sejak pemerintahan Raja Adityawarman tepatnya pertengahan abad
ke-17, Propinsi ini lebih terbuka dengan dunia luar khususnya Aceh. Karena
hubungan dengan Aceh yang semakin intensif melalui kegiatan ekonomi masyarakat,
akhirnya mulai berkembang nilai baru yang menjadi landasan sosial budaya
masyarakat Sumatera Barat. Agama Islam sebagai nilai baru tersebut berkembang
di kalangan masyarakat dan berangsur-angsur mendominasi masyarakat
Minangkabau yang sebelumnya didominasi agama Buddha. Selain itu
sebagian kawasan di Sumatera Barat yaitu pesisir pantai barat masih berada di
bawah kekuasaan kerajaan Pagaruyung, namun kemudian menjadi bagian dari
kesultanan Aceh.
Melirik sejarah singkat
Minangkabau, merupakan salah satu desa yang berada di kawasan Kecamatan
Sungayang, Tanah Datar, Sumatera Barat. Desa tersebut awalnya merupakan tanah
lapang. Namun karena adanya isu yang berkembang bahwa Kerajaan Pagaruyung akan
di serang kerajaan Majapahit dari Provinsi Jawa maka terjadilah peristiwa adu
kerbau atas usul kedua belah pihak. Kerbau tersebut mewakili peperangan kedua
kerajaan. Karena kerbau Minang berhasil memenangkan perkelahian maka muncul
kata manang kabau yang selanjutnya di jadikan nama Nagari atau desa tersebut.
Upaya penduduk setempat mengenang peristiwa bersejarah tersebut, penduduk
Pagaruyung mendirikan sebuah rumah loteng (rangkiang) dimana atapnya mengikuti
bentuk tanduk kerbau. Menurut sejarah, rumah tersebut didirikan di
batas tempat bertemunya pasukan Majapahit yang di jamu dengan hormat oleh
wanita cantik Pagaruyung. Situasi masyarakat saat itu umumnya hidup dengan cara
berdagang, bertani sawah, hasil hutan dan mulai berkembang pertambangan emas.
Beberapa pernyataan timbul bahwa alat transportasi yang digunakan untuk
menelusuri dataran tinggi Minangkabau adalah kerbau. Alasan menggunakan kerbau
karena agama yang dipercaya pada waktu itu di ajarkan untuk menyayangi binatang
gajah, kerbau, dan lembu. Karena ajaran tersebut mereka menggunakan kerbau
sebagai masyarakat dengan adu kerbau.
Bukti arkeolog mengatakan
bahwa daerah kawasan Minangkabau yaitu Lima puluh Koto merupakan daerah yang
dihuni pertama kali oleh nenek moyang orang Minang. Di daerah tersebut mengalir
sungai-sungai yang dijadikan sarana transportasi pada zaman dulu. Nenek moyang
orang Sumatera di perkirakan berlayar melalui rute ini dan sebagian diantaranya
menetap dan mengembangkan peradabannya di sekitar Lima puluh Koto tersebut.
Terbukanya provinsi Sumatera Barat terhadap dunia luar menyebabkan kebudayaan
yang semakin berkembang oleh bercampurnya para pendatang. Jumlah pertumbuhan
penduduk yang semakin bertambah menyebabkan persebaran penduduk ke berbagai lokasi
Sumatera Barat. Sebagian menyebar ke selatan dan sebagian ke bagian barat
Sumatera.
Jatuhnya kerajaan
Pagaruyung dan terlibatnya negara Belanda di Perang Padri, menjadikan daerah
pedalaman Minangkabau menjadi bagian dari Pax Nederlandica oleh pemerintah
Hindia Belanda. Kemudian daerah Minangkabau di bagi menjadi Residentie
Padangsche Bovenlanden serta Benedenlanden. Pada zaman VOC, Hoofdcomptoir van
Sumatra's westkust merupakan sebutan untuk wilayah pesisir barat Sumatera.
Hingga abad ke-18, Provinsi Sumatera Barat semakin terkena pengaruh politik dan
ekonomi akhirnya kawasan ini mencakup daerah pantai barat Sumatera. Kemudian
mengikuti perkembangan administratif pemerintahan Belanda, kawasan ini masuk
dalam Pemerintahan Sumatra's Westkust dan di ekspansi lagi menggabungkan
Singkil dan Tapanuli. Pada 1905, wilayah Singkil dialihkan ke Residen Aceh, dan
Tapanuli dijadikan residen Tapanuli. Memasuki tahun 1914, pemerintahan
Sumatera’s Westkust statusnya diturunkan menjadi Residen Sumatera’s Westkust.
Kemudian wilayah Mentawai di tambahkan di Samudera Hindia menjadi bagian dari
Residen Sumatera. 21 tahun berikutnya tepatnya 1935 kawasan Kerinci dimasukkan
juga ke bagian Residen Sumatera. Setelah perpecahan pemerintahan Sumatra’s
Ootkust, kedua wilayah yaitu Kuantan Singingi dan Rokan Hulu dimasukkan ke
Residen Riouw, dan dengan waktu yang hampir sama dibentuk Residen Djambi.
Selanjutnya masa pendudukan Jepang di
kawan ini, Residen Sumatera’s Westkust berganti nama dengan bahasa Jepang yaitu
Sumatora Nishi Kaigan Shu. Karena alasan strategi militer, wilayah Kampar
akhirnya dikeluarkan dari Residen Sumatera’s Westkust atau Sumatora Nishi
Kaigan Shu kemudian digabung ke wilayah Rhio Shu. Sampai awal kemerdekaan
negara Indonesia tahun 1945, daerah Sumatera Barat digabungkan
dalam Provinsi Sumatera yang berdomisili di Bukittinggi. Tahun 1949 Provinsi
Sumatera mengalami perpecahan menjadi 3 kawasan, yakni provinsi Sumatera Utara,
Sumatera Selatan, dan Sumatera Tengah yang mencakup Sumatera Barat, Jambi dan
Riau.
Hehe agak panjang yaaah pembahasannya.
*.
KEBUDAYAAN-KEBUDAYAAN YANG DIMILIKI SUMATERA BARAT
1). TARI
PIRING
Tarian
Piring merupakan sebuah seni tarian
milik orang Minangkabau yang berasal dari Sumatra Barat. Ia merupakan salah
satu seni tarian Minangkabau yang masih diamalkan penduduk Negeri Sembilan
keturunan Minangkabau. Tarian ini memiliki gerakan
yang menyerupai gerakan para petani semasa bercucuk tanam, lembuat kerja menuai
dan sebagainya. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan
hasil tanaman mereka. Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para
penari memegang piring di tapak tangan mereka, diiringi dengan lagu yang
dimainkan oleh talempong dan saluang. Kadangkala, piring-piring itu akan
dilontar ke udara atau pun dihempas ke tanah dan dipijak oleh penari-penari
tersebut. Bagi menambah unsur-unsur estetika , magis dan kejutan dalam tarian
ini, penari lelaki dan perempuan akan memijak piring-piring pecah tanpa rasa
takut dan tidak pula luka. Penonton tentu akan berasa ngeri apabila kaca-kaca
pecah dan tajam itu dipijak sambil menari.
Tari Piring termasuk tari tradisional yang berumur
ratusan tahun berasal dari Solok Minangkabau, Sumatera Barat . Tarian ini
meng-gambarkan rasa kegembiraan tatkala musim panen tiba. Para muda-mudi
mengayunkan gerak langkah dengan menunjukkan keboleh-annya dalam mempermainkan
piring di tangannya. Ritual rasa syukur ini dilakukan oleh beberapa gadis
cantik dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan di dalam
piring. Para gadis didandani dengan pakaian yang bagus lalu membawa makanan
dalam piring tersebut dengan gerakan yang dinamis. Setelah Islam masuk
Minangkabau, tradisi tarian ini tetap diteruskan, tapi hanya sebagai hiburan
bagi masyarakat. Tarian ini diiringi musik talempong, rebab atau rabab dan
saluang.
2). RUMAH
GADANG
Rumah adat Sumatera Barat disebut Rumah Gadang. Rumah adat asli setiap
tiangnya tidaklah tegak lurus atau horizontal tapi mempunyai kemiringan. Karena
orang dulu yang datang dari laut hanya tau cara membuat kapal, rancangan inilah
yang ditiru dalam membuat rumah adat. Rumah adat juga tidak memakai paku tetapi
pasak kayu. Karena itu rumah adat ini rawan gempa.
3).SENJATA TRADISIONAL
Senjata tradisional nya adalah keris.
Keris biasanya digunakan laki-laki dan diletakkan di depan. Beberapa jenis
tombak, pedang panjang, sumpit juga dipakaioleh raja-raja Minangkabau.
4). UPACARA MERESEK
4). UPACARA MERESEK
Masyarakat
padang memiliki perayaan adat yang berbeda dengan perayaan adat daerah lainnya
misalnya pada upacara pernikahan masyarakat Padang, sebelum pernikahan adalah
upacara Meresek yang artinya pertemuan pertama antar keluarga dimana pihak
wanita yang mendatangi pihak pria dan meminang pihak pria dengan membawa
barang-barang pinangan yang sudah disiapkan.
5).MAKANAN KHAS
Sumatra Barat (Padang) terkenal dengan masakan-masakan memiliki rasa pedas kerana masakan yang dibuat banyak mengandung rempah-rempah. Beberapa masakan yang terkenal dari daerah ini yaitu rendang daging dan sambal hijaunya yang begitu terasa sangat pedas. Tak jarang masyarakat rantauan dari daerah ini biasanya membuka restoran Padang dengan menu yang khas dari daerah ini.
Sumatra Barat (Padang) terkenal dengan masakan-masakan memiliki rasa pedas kerana masakan yang dibuat banyak mengandung rempah-rempah. Beberapa masakan yang terkenal dari daerah ini yaitu rendang daging dan sambal hijaunya yang begitu terasa sangat pedas. Tak jarang masyarakat rantauan dari daerah ini biasanya membuka restoran Padang dengan menu yang khas dari daerah ini.
Hmmmm… mungkin itu saja yang bisa penulis
share di blog ini, semoga bisa memberikan manfaat kepada semua visitors yg
telah berkunjuuang. Bila rubrik ini
memiliki kekurangan dan kesalahan data maka atas nama penulis minta maaf.
Akhir kata, Alhamdullillahirobbil aalamiin.


0 komentar:
Posting Komentar